Berita

LOKASI Perairan Pulun, Kecamatan Daik (Lingga) , Kabupaten Lingga
pada titik koordinat 0° 6.4113' S - 104° 27.4941'E.

TANGGAL 24 Juni 2018 / Sekitar jam 07.20 WIB
DAMPAK 1 korban meninggal.
(Sumber : KASATPOLAIRUD POLRES LINGGA)

II. ANALISIS METEOROLOGI
INDIKATOR KETERANGAN
1. Analisis Sinoptik
- Adanya sirkulasi udara tertutup (Eddy) di sebelah barat Sumatera
Barat menyebabkan terbentuknya pola angin netral yang identik
dengan variasi arah angin (variabel) di wilayah Sumatera Barat
dan Riau serta pola belokan angin (shearline) di wilayah Riau dan
Kepulauan Riau bagian selatan.
Pola belokan angin ini mendukung pembentukan awan-awan
konvektif terutama di wilayah Kabupaten Lingga, Karimun, Batam,
dan Bintan. (Lampiran Gambar 1).
- Berdasarkan data pengamatan synoptik (Lampiran Tabel 1) di
Stasiun Meteorologi Dabo Singkep tanggal 24 Juni 2018
dilaporkan terjadi hujan dengan intensitas ringan pada jam 06.00
– 07.00 WIB dengan kecepatan angin rata-rata 4 - 8 Knot dari
arah Barat Daya - Barat dengan suhu udara antara 24 – 25 oC.
2. Citra Radar
Cuaca
Dari data citra radar cuaca pada tanggal 24 Juni 2018 pukul 07.30
WIB (Lampiran Gambar 2) diperoleh informasi sebagai berikut:
- Terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat di perairan wilayah
Kabupaten Lingga (khususnya Kecamatan Senayang, Lingga,
Selayar, dan Singkep Barat).
3. Citra Satelit
Cuaca
Dari data citra satelit cuaca pada tanggal 24 Juni 2018 (Lampiran
Gambar 3) diperoleh informasi sebagai berikut:
- Citra Satelit pada huruf a sampai huruf d pada jam 06.30 WIB
hingga pukul 08.00 WIB menunjukkan adanya liputan awan
Cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan lebat disertai
petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lingga.
4. Data Analisis
Tinggi Gelombang
Laut
Dari data analisis tinggi gelombang laut pada tanggal 24 Juni
2018 (Lampiran Gambar 4) diperoleh informasi sebagai berikut:
- Tinggi gelombang laut umumnya berkisar antara 0.1 – 0.5 meter di
wilayah perairan Kabupaten Lingga dan sekitarnya.
III. KESIMPULAN
- Keadaan cuaca di wilayah Kabupaten Lingga pada saat kejadian umumnya hujan ringanlebat
dengan liputan awan Cumulonimbus yang meluas. Awan ini berpotensi menghasilkan
angin kencang (gusty) yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut di
lokasi terdampak.