Berita

Senin, 22/07/2019, dalam rangka memperingati Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-72 yang tepat jatuh pada 21 Juli 2019, Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengadakan upacara bendera di halaman kantor dihadiri oleh Seluruh Pegawai dan Tenaga Honorer Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam pukul 08.00 – 08.45 WIB. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Plh. Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Ibu Suryanti Agustina, SP.,M.Ling.

Inspektur upacara membacakan sambutan Kepala BMKG dalam memperingati Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-72 Tahun 2019, dengan mengusung tema “Inovasi BMKG Untuk Indonesia Sejahtera”. Melalui tema ini diharapkan inovasi menjadi unsur kunci dalam pengembangan BMKG kedepannya sehingga dapat terus menjawab setiap tantangan yang muncul. BMKG diharapkan dapat menjadi organisasi yang terdepan dalam hal penerapan teknologi dalam pelayanan publik melalui inovasi-inovasi.

Sabtu, 1 Juni 2019, dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengadakan upacara bendera di halaman kantor dihadiri oleh Pejabat Eselon, Pegawai dan tenaga honorer Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam pukul 08.00 – 08.45 WIB. Disamping itu juga hadir pegawai dari UPT BMKG Lampung dan Wamena yang pada saat bersamaan akan merayakan lebaran 1440 Hijriyah di Batam. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Bapak I Wayan Mustika.

Inspektur upacara membacakan Sambutan Kepala BPIP Pada Peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2019. Kepala BPIP menyamapaikan bahwa Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para "pendiri bangsa" merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi
keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila. Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi
dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan "Bhinneka Tunggal Ika". Sebagai negara bangsa yang inklusif dan tidak chauvinis diperlukan
pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun "Tamansari Kebudayaan" yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua. Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan
permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang dapat menumbuhkan dan merawat harapan, bukan politik yang menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur. Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi "politik harapan" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara
konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila.